Kamis, 03 Januari 2019

Oh Flashdisk-ku Malang, Oh Flashdisk-ku Hilang


Rabu, 3 Februari 2016

Disini, aku bukan mau menulis tentang kronologis hilangnya flashdisk aku yang berwarna hitam dengan sesuatu berwarna merah entah apa namanya beserta gantungannya berwarna abu-abu bertuliskan “lock&lock”, serta body masih mulus(?). Tapi, disini aku mau menceritakan tentang hikmah dari hilangnya flashdisk di kelas. Walaupun, sebenarnya tidak rela dan tidak ingin merasakan kehilangan flashdisk untuk kedua kalinya :’(. Itu beli pakai uang orang tua. Jadi, aku takut bilangnya kalau hilang :(

Bermula dari flashdisk yang tak kunjung ketemu yang sudah hilang selama satu bulan, akupun mulai ada niatan untuk mencari di setiap sudut kelasnya. Mulai mencurigai kalau flashdisk itu hilang di kolong-kolong meja. Satu-satu cari tiap kolong pakai sapu karena kolong-kolong meja di sekolah numpuk sama sampah. Apalagi sama sampah brosur dari bimbel.

Dua kolong meja bisa menghasilkan puluhan sampah. Hingga akhirnya, saat 2 kolong meja dari seluruh meja di kelas sudah bersih. Belum ketemu juga flashdisk ini. Hingga akhirnya ada temanku yang mulai melihat gerak-gerikku.

Dia nanya, “ lagi bersih-bersih?”

“engga, nyari flashdisk”, kata aku

Tapi, entah kenapa ia mulai bantu-bantu bersihin kolong meja. Entah untuk bantu aku cari flashdisk, entah niatnya pingin bersih-bersih, entah niatnya untuk bersih-bersih sambil nyari flashdisk. 9-10 kolong meja sudah bersih tapi kalau lihat kebawah, lantai penuh sama sampah.

Akhirnya, saat ada teman yang sedang asyik ngobrol, mungkin mereka mulai sadar dan peduli untuk membersihkan kelas dan ‘watireun’ melihat aku nyapu sendirian (padahal niatnya cuma mau nyari flashdisk). Satu persatu mereka bantu mengeluarkan sampah dari dalam kelas. Senang bukan main :)).

“Hana, aku bantuin ya!”

Hingga hampir semua orang di kelas pada bantu-bantu. Meskipun ada 1-2 orang yang tidak bergerak 1 meter pun dari tempat duduknya. Jadi semuanya pada piket kelas! dan ada suatu insiden kecil disitu. Yaitu, bau yang tidak sedap sampai teman-teman pada keluar kelas. Disebabkan makanan yang sudah busuk. Aku sibuk nyapu terus dan gak merasakan bau apapun karena aku pakai masker hehe.

Dari situ, aku belajar. Hidup orang tuh pasti ingin bersih. Tapi, tidak sedikit yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar atau karena merasa jijik melihat keadaan yang sudah kotor. Untuk itu, butuh satu orang jadi volunteer untuk peduli terhadap lingkungan masing-masing (tetep aja niatan aku nyari flashdisk :|, jadi bersih-bersih kalo ada sesuatu aja ). Semoga kita semakin sadar akan kebersihan lingkungan sekitar.

Sudah takdir yang diberikan Allah flashdisk-ku hilang, dan sudah takdir yang diberikan Allah pula yang membuatku mencari flashdisk itu dan berbelok arah menjadi kegiatan bersih-bersih kelas karena Allah telah menggerakan hati kami disini untuk membersihkan kelas. Aku sangat bersyukur untuk itu. Dan juga, mungkin sudah takdir untukku karena flashdisk-ku hilang dan ternyata sampai sekarang belum juga ketemu.

Salah satu do’aku untuk mereka ialah
“Ya Allah, muliakanlah mereka yang telah membantu, dan mudahkanlah jalan mereka di dunia dan di akhirat”.
Aamiin……

Sekian cerita hari ini dan satu hal yang penting adalah PERTOLONGAN ALLAH ITU DEKAT.

…….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya, Allah amat berat siksa-Nya.“ – (QS.5:2)

Tidak ada komentar: