Dalam masa-masa hiruk pikuk menjadi mahasiswa (baru) di salah satu universitas, akhirnya bisa menyempatkan diri untuk menulis. Tulisanku mungkin sudah bisa ditebak apa poin yang ingin diceritakan benar kan?
Mulai.
Gimana rasanya jadi mahasiswa? Kalo ditanya ini inginnya jawab dengan emoticon nangis sambil ketawa. Ingin senang ga bisa, ingin nangis ga bisa, ingin marah ga bisa. Ya memang inilah tantangan dan resiko jadi mahasiswa, kegiatan baru dan pandangan orang-orang baru benar-benar mempengaruhi perubahan kepribadian sesosok manusia mungil ini.
Mulai dari awal saja sudah disuruh mengerjakan bermacam-macam tugas sampai akhirnya harus kerjain di kosan teman. Pulang malam, tidur larut malam bukan hal yang aneh lagi karena butuh untuk nugas tapi alhamdulillah belum menemukan dosen yang macam-macam seperti orang yang rewel ngidam ini itu.
Kemudian juga lingkup sosial jadi salah satu hal yg sangat berpengaruh dalam kepribadian remaja nanggung berusia 18 tahun ini. Mulai dari teman, kaka tingkat, dan seluruh aspek pendukung di lingkunganku yang sangat jauh dari kehidupan semasa sekolah. Aku harus mulai menerima ketika melihat orang sebegitu gampangnya membicarakan hal yang tabu di ruang publik, berkata lebih kasar daripada yang kemarin-kemarin yang aku lihat, perilaku yang menyimpang aku lihat sendiri di depan mata kepalaku sendiri, dan lain sebagainya.
Aku sering berkata di dalam hati,
“Oh aslinya gini orang teh”“Kok bisa dia melakukan semacam itu?”“Apa? ini hal yang biasa buat mereka?”
ditambah juga dengan mayoritas di fakultas teknik bergender laki-laki yang membuatku beristighfar setiap saat hehe (ga juga sih). Satu yang selalu aku pikirkan yaitu, “Bagaimana jaga pergaulannya?”. Kerudungku ga panjang-panjang amat kayak orang lain dan walaupun orang bilang panjang, itu semua belum menjadikan seorang perempuan terjaga dari gangguan secara menyeluruh.
Label universitas islam bukan jadi jaminan bahwa seseorang akan menjadi lebih baik, tapi setidaknya ada upaya-upaya perintis beserta petinggi-petingginya untuk menjadikan mahasiswa mengerti atau minimal tahu dengan agamanya sendiri . Ya aku bersyukur setidaknya orang yang setiap hari yang aku lihat adalah orang muslim, perempuan yang sering aku lihat suka menutup aurat, kalau begitu sebenarnya enak kan untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar kan? Namun, lagi-lagi background orang berbeda-beda, tetap saja ada yang mudah menerima jika diingatkan atau diperingatkan, ada yang masa bodo saat diberitahu, ada juga yang ngeles terus cari alasan lain biar perilaku itu keliatan ga salah.
Bagi orang yang dari luar kota pasti kenal dengan kata culture shock. Bagaimana tidak? bahasa yang dia hadapi bukan bahasa daerah yang sering mereka pakai, makanannya pun berbeda rasa dengan makanan asal daerahnya, apalagi pergaulannya dengan teman-teman yang satu nasib dari perantauan. Bagaimana denganku? Aku pun merasakan hal yang sama haha, dan karena itu aku harus menyesuaikan juga dengan orang-orang yang baru aku lihat kebudayaannya dan kebiasaannya sehari-hari.
Terakhir, hal yang sangat berpengaruh padaku sekarang adalah masalah waktu. Akhirnya aku tak harus berangkat pagi-pagi karena jadwal sekolah yang super duper mengikat. Di kuliah, jadwal lebih fleksibel waktunya (tapi makan jadi ga teratur). Jadi harusnya bisa kan ngaji di tiap waktu kosongnya? IYA BANGET harusnya BISA. Tapii….. (kalau udah tapi biasanya udah ga enak hehe..) yaaaa, inilah alasanku sebenernya adalah ga nyempetin. Haduh parah. Alasannya banyak banget, ya kalo gaada waktu untuk sendiri, ya karena nugas yang terus nambah, laporan-laporan, presentasi, dan amunisi-amunisi untuk lulus lainnya. Harus banyak belajar biar bisa luangin waktu buat ngaji harus! Nambah ilmu akhirat jangan lupa biar ga buta ilmu sama agama sendiri.
Intinya semangat aja buat aku sendiri dan buat mahasiwa lainnya juga. Mudah-mudahan bisa menempuh ujian-ujian ini dengan lancar. Anyway, aku juga baru selesai ujian tengah semester. Nilainya gimana? Wallahu'alam. Ikhtiar sudah dijalani sekarang tinggal tawakal saja sama Allah, yang pasti ujian-ujian setelah tengah semester ini selalu tak terduga. Makanya persiapkan diri mulai dari sekarang baik ujian tulis biasanya maupun ujian kehidupan, apalagi ujian hati haha… harus kuat iman pokoknya jangan sampai terjerumus dan tertipu buaian orang-orang yang lagi kasmaraan apalagi biasanya kalo di awal-awal kuliah, orang-orang akan selalu ngincer orang yang menawan hatinya meskipun sifatnya bisa jadi sementara atau syukur-syukur langgeng sampai pelaminan. Baiknya sih langsung ke pelaminan saja ga ada masa ta'arufin dari awal semester sampe mau lulus (hehe lagi) (itumah bukan ta'aruf lagi namanya)
Selesai
Me : *talk to myself* “ Oh jadi gini rasanya jadi mahasiswa…..”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar