Kamis, 03 Januari 2019

Choco Lava

Jum’at, 30 September 2016

Ada faktor-faktor yang membuatku menulis pada hari ini.
Bete ngerjain UDJ (Ujian Dalam Jaringan) karena sistem proxy atauwebsite linknya sedang error. -Mungkin admin lelah :(-
Post sebelumnya discreenshots, dikirimin ke multichat oleh salah satu follower -hehe- dan sangat malu :”)
Ngeliat tumblr daldh**en**.tumblr.com yang aku ga sangka isinya benar-benar melakonis. *poke Dinda* “Hey akhirnya Din, aku tau tumblr kamu!!! <:D Ternyata kamu salah satu stalker sejati ya :3

Then, hari ini aku bukan ingin menulis tentang resep choco lava, atau food review tentang choco lava, tapi keunikan dari choco lava.

Kau tau?

Choco lava adalah makanan sejenis kue coklat yang jika dipotong kuenya akan ada suprise didalamnya yaitu berupa saus coklat yang sangaaat lezat. Seperti temanku yang dari secara fisik biasa-biasa saja sama seperti manusia lainnya, tidak terlihat ada yang menonjol. Lalu kemarin, 29 September 2016, ia memberi sebuah suprise untuk kelas kami.

M. Alif Fauzan Aolindar

Suka dipanggil Ao oleh teman-temannya. Pada waktu pelajaran Agama ia disuruh oleh guru Agama untuk menjelaskan tentang Hari Akhir.
Apa yang menakjubkannya?

Ia menjelaskan tentang kejadian pada hari akhir dari awal sampai akhir! Menurutnya, sebenarnya penjelasan itu akan dibagi menjadi 3 part untuk program mentoring yaitu program ekskul rohis di sekolah kami yang seharusnya per bagiannya dijadwalkan memakan waktu 2 jam. Lalu, ia menjelaskannya di kelas dalam waktu kurang lebih 135 menit!

tidak hanya itu, ia menjelaskan sangat panjang dan membuat orang selalu penasaran dengan rangkaian ceritanya.

“Ao, kalo……….. gimana?”

“Terus habis itu gimana?”

“Sut ih! sok lanjutin Lif”


Aku sama sekali tidak menyangka 20 sekian orang mampu memberi perhatian, mendengarkan, menyimak apa yang dibicarakan olehnya.

Hingga pada saat ¾ cerita sudah dijelaskan olehnya. Guru Agama memotong penjelasannya.

Kurang lebih seperti ini,
“Maaf, Bapak ada keperluan lain, jadi Bapak pamit duluan. Kalo mau dilanjutin, mangga, tapi Bapak keluar duluan, ya? Assalamu’alaikum”

Apa yang terjadi?

Setelah bapak keluar dari kelas, Alif bertanya pada teman-temannya,

“Mau dilanjutin ga ceritanya?”

Jawaban mereka,

“Sok lanjutin Lif”

Aku cuma bisa tercengang. Semenarik itukah?

Akhirnya ia menjelaskan sampai akhir.

Sampai keluar kelas ia berkata,

A: “Han, itu teh 3 part buat mentoring dirapel jadi satu hari”

H: “Oh, iya? tapi bisaan ya Lif bikin 20 sekian orang merhatiin kamu”

A: “Eta teh dakwah, nyak?”

H: “Iya”


Bagiku, Allah memberikan ujian kekurangan kepada hambanya agar ia mau belajar, menjadikannya sebagai orang yang kuat, dan selalu mensyukuri apa yang ia dapat.

Bagiku, Allah memberikan ujian kelebihan agar ia bisa memanfaatkannya dengan baik, menahan untuk tidak ujub, tidak sombong, dan tidak melupakan-Nya dengan cara selalu bersyukur.

Point penting lainnya yaitu, bahwa ikhitiar atau usaha tidak akan mengkhianati hasil. 

Kenapa jadi membahas kelebihan dan kekurangan?

Pelajaran yang saya dapatkan saat itu,

Apa yang ia baca dahulu tidak sia-sia karena hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri. Tapi, juga bermanfaat juga bagi orang lain.

Ikhtiar dia untuk mencari rahasia tentang hari akhir, membawa ia membaca buku tentang hari akhir di perpustakaan masjid. Lalu setelah ilmunya terserap, ilmunya membawa ia untuk disebarkan kepada orang lain. Dia itu nadanya bicaranya annoying banget sampai bikin teman-temannya kesal. Tapi, dia bisa nunjukin kalo dia sama sekali tidak mempermasalahkan judgement itu.

Ia pun mau untuk belajar dari kesalahan pada pertma ia menjadi pementor.

Seperti choco lava, kekurangan bisa membungkus kelebihan ataupun sebaliknya kelebihan membungkus kekurangan. Tiap manusia punya kejutannya masing-masing :)

Tidak ada komentar: