Kamis, 03 Januari 2019

Hati Seorang Wanita


Bandung, 17 Syawal 1438 H

Kini aku tahu rasanya menjadi bagian dari wanita di bumi ini.

Mudah rapuh.

Setiap manusia tertimpa musibah, wanitalah yang dengan mudahnya bisa mengekspresikan. Wanita akan menghukumi dirinya sendiri dan merasa itu adalah kesalahan terbesar yang ia perbuat hingga menyakiti dirinya sendiri. Wanita bukannya tidak mau berusaha tegar. Ia selalu berusaha dengan sekuat tenaga membentengi pintu air matanya agar tidak tumpah. Namun, sekali lagi, hatinya mudah rapuh. Meski dirinya terlihat tegar dan kuat di mata orang lain, tetapi raut mukanya sangat jelas menceritakan bahwa ia sedang bersedih dan bisa jadi di lain waktu ia mencurahkan isi hatinya dengan sangat emosional dimanapun dan kapanpun saat ia merasa tak sanggup lagi menahan bebannya.

Begitupun, ketika ia marah akan satu hal yang ia tak sukai. Katanya, ada 3 cara wanita melampiaskan amarah pada seseorang. Pertama, ia akan langsung mengungkapkan isi hatinya tanpa pikir panjang, tanpa henti, tanpa tahu kata yang dikeluarkannya seperti pisau yang tajam. Kedua, ia berkata semau dia & seperlunya dia seakan kata yang ia keluarkan terlalu mahal baginya. Ketiga, ia akan diam. Dia tidak mau menambah masalah kepada orang disekitarnya, tetapi sikap inilah yang paling banyak membuat disekitarnya merasa cemas dan khawatir.

Ditambah lagi dengan wanita yang merasa perlu untuk mengingat kejadian penting yang membuat ia gembira dan bersedih hati. Ketika orang lain lupa akan masa itu.

Awalnya, dengan pikiran realistisku, itu suatu hal yang kekanak-kanakan.

“Masa’ yang gini aja dipikirin?“

“Baru gitu aja nangis“
“Dasar lemah, harus kuat dong“

Begitu mengalaminya…….., dahsyat hati ini bergejolak. Ingin kutumpahkan semuanya kepada orang yang aku percayai. Akan tetapi, aku takut mereka menjadi bingung dan gelisah juga. Maka aku memilih untuk diam, sebelum kabar sedihnya diriku ada di telinga orang lain, aku harus memastikan dulu, bahwa aku bisa menanganinya sendirian. Walaupun, menyesakkan dada pada akhir keputusannya.

Setiap masalah selalu ada solusi dalam hal tersebut. Solusinya, wanita hanya perlu sabar dalam menghadapi segala macam rintangan yang akan dihadapannya. Walaupun begitu sulit, terutama untuk bisa menerima kenyataan yang dialami. Bersabarlah….. Allah selalu bersama orang yang sabar.

Wahai berlian yang mudah rapuh.

Tidak ada komentar: