Kamis, 03 Januari 2019

Menghargai Waktu

Bandung, 20-21 Februari 2016


Dalam keadaan sadar pada saat menuju pergantian hari

“Ini mang angkot kenapa sih harus lewat jalan ini, bukan jalan pintas aja. Udah tau ada anak sekolahan, gak kasian apa kalo telat”


“Aduuuh pake berhenti segala, mati aku kalo sampe gak ikut ngaji”


“Kenapa sih mang angkot pake ngetem segala, gak pernah apa mikirin waktu orang, dasar gak ngehargain waktu orang”


Ya, itu semua adalah penuntutan aku di dalam hati kepada supir angkot yang selalu ngetem, yang kadang selalu tidak sesuai harapan.

Terutama dalam masalah menghargai waktu. Dalam benakku, aku selalu ingin supir angkot menghargai waktu penumpangnya. Padahal siapa yang tahu? Tiap orang punya masalahnya masing-masing. Punya sebuah alasan kenapa seseorang mendapatkan masalahnya. Kadang aku suka gak toleransi hal itu. Bisa jadi aku egois.

Jika boleh jujur….. aku iri dengan orang-orang selalu membawa kendaraan ini, kendaraan itu ataupun diantar. Rasanya kalau bawa kendaraan sendiri lebih efisien. Itu pandanganku terhadap orang yang membawa kendaraan pribadi.

Tapi kadang juga ada perasaan untuk hemat energi ala-ala dengan menggunakan transportasi umum dan untuk menghindari macet. Meskipun memang pada akhirnya selalu menemukan kemacetan dimana-mana. Ditambah dengan kebersihan isi angkot yang berbeda-beda membuat mati kutu gak mau pindah kemana-mana jadinya.

Salah satu yang menjadikan aku selalu “menuntut” kepada supir angkot ialah karena sering telatnya aku datang ke sekolah. Aku selalu berpikiran kalau aku bawa kendaraan pasti cepat sampai. Aku gak harus jalan dari Jalan Bapa Husen -yang nanjak- terlebih dahulu. Ya intinya, aku sangat kesal dengan supir angkot.

Serta didukung juga dengan salah satu guruku selalu beri hukuman tidak ikut mengaji pada saat jam mengaji di pagi hari dan menyuruhku untuk menunggu di luar.Memang sanksi sosial dampaknya sangat memalukan bagiku.

Namun, semakin lama, aku baru sadar jika ‘menuntut’ hal itu tidak merubah apapun. Aku baru sadar jika aku juga yang selalu meminta untuk dihargai waktunya termasuk orang yang tidak menghargai waktu. Yaitu,aku tidak menghargai waktuku kepada Allah.. semua karena… sering telat sholat shubuh….. :( ( Readers, tolong bantu do’a biar aku gak gini terus ya :( )

Ya Allah aku baru sadar jika ternyata apa yang selama ini aku bicarakan tentang pentingnya menghargai waktu orang lain tidak aku terapkan terhadap diri sendiri. Terutama menghargai waktu kepada Allah, pagi aja telat bangun gimana ga berkah pagi hari, gimana ga telat setiap hari.

Yang Menulis,

Hana

Tidak ada komentar: