29 April 2018
Beberapa bulan terakhir ini, ada suatu kondisi yang dimana aku harus memperbanyak merenung dan mengingat kembali pada tujuan hidup. Hingga kemudian, aku mencari makna-makna yang tersembunyi dalam suatu kejadian.
1. Everything happens for a reason
2. Tidak semua yang kita inginkan akan terwujud dan tidak semua yang kita takutkan akan terjadi
3. Powerful there's so much strength in you and me
5. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” - Asy Syuraa: 30
6. "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu " - Ali-Imran : 200 7. "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu" - Al - Baqarah : 45
8. "Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku"
Beberapa hari yang lalu, aku baru menjalani pesantren di kampus yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa baru. Uniknya pesantren ini bagiku adalah ketika aku tidak bisa mengikuti kegiatan ini bersama teman-teman satu jurusanku karena adanya kendala satu dan lain hal. Sedih? Pasti. Bukan hanya karena kehilangan momen bersama, akan tetapi juga itu tandanya absensi kehadiran mata kuliah lain ada yang ga beres karena acaranya berlangsung selama satu minggu.
Balik lagi ke satu kutipan, 'everything happens for a reason'. Okay, kemudian aku memilih satu-satunya cara agar aku tidak mengulang pesantren bersama adik tingkat adalah aku harus pindah gelombang dan mengikuti pesantren bersama dengan mahasiswa dari jurusan yang berbeda.
Sendiri.
Sebagai manusia yang introvert dan independen woman, hal ini merupakan suatu tantangan yang agak besar karena harus menjalin hubungan dengan orang-orang baru dan selama 5 malam harus satu kamar dengan orang yang tidak pernah kukenal sebelumnya.
Seiring berjalannya waktu, pesantren itupun tiba. Aku mengalami banyak kejadian-kejadian yang tidak pernah diduga sebelumnya.
1. Mulai dari perkenalan dengan orang-orang baru dan ternyata mereka sangat welcome terhadap orang asing seperti aku.
2. Aku belajar kembali ilmu-ilmu ukhrowi lebih mendalam dengan dosen-dosen yang sangat aku kagumi dalam pembawaannya dan aku sangat sangat bersyukur mendapatkan dosen yang sangat menggugah jiwa.
3. Kejadian yang sangat tidak terduga adalah ketika aku tumbang dan pada akhirnya memilih untuk 'melarikan diri' dari ruang kelas ke ruang kesehatan.
4. Ternyata di ruang kesehatan aku tidak sendiri karena ada orang yang mengalami kecelakaan kecil karena kebodohannya sendiri kemudian pada akhirnya aku bisa berteman dengannya dengan cara membuat obrolan ringan sembari menunggu dokter klinik datang sekaligus menghilangkan rasa anxiety yang saat itu kambuh lagi. —See? Ternyata berteman itu bisa terwujud dalam 1 hari, introvert.
5. Berbagi pengalaman bersama dengan orang lain yang ternyata mempunyai masalah yang cukup mendalam hanya saja ia bingung ingin bercerita kepada siapa yang dia percaya.
6. Puncaknya adalah ketika adanya satu kasus yang sepele tapi pada akhirnya menjadi gaduh dan tidak kondusif karena para santriwati yang tidak bisa menahan rasa emosinya.
"Ternyata yang di tv-tv itu benar adanya.... ._."
Para santriwati tanpa ada rasa malu melakukan 'kekerasan' secara verbal kepada orang yang bersalah dan membuat orang itu menjadi tersudutkan, menjauhinya dengan mencari tempat duduk lain agar tidak satu meja dengannya saat waktu makan tiba, membuat panggilan yang tidak pantas karena dilihat dari fisiknya. Semua kejadian ini benar-benar membuatku kehabisan kata-kata. Sesumbar itu kah orang?
Pada akhirnya semua menjadi 'sementara lupa' tentang segala hal terutama kasus tayang terjadi saat menjelang ujian tulisan dan ujian lisan . Kesan ujian tulisan, yah begitulah keadaannya sama seperti ujian tulisan pada umumnya. Namun, hal yang berbeda adalah ujian lisan. Ujian lisan, dimana orang-orang dari berbagai tingkatan kelancaran membaca Al-Qur'an sibuk membaca kitab nya masing-masing tanpa peduli apakah orang lain merasa terganggu apa tidak. —Seperti yang sering dilihat, mungkin Al-Qur'an dibaca di transportasi umum saja harus memilih untuk merendahkan suara agar tak mengganggu orang lain.— Batinku merasakan seperti suasana saat Bulan Ramadhan. Andai tiap hari kayak gini.
Dari serangkaian kejadian yang tak terduga, ada banyak hal yang aku dapatkan pelajaran diantaranya, mempelajari krakteristik berbagai macam orang dan mengingat kembali pada satu kutipan 'everything happens for a reason'
Apapun kejadian yang datang menghampiri, semuanya dijadikan cermin dalam hidup untuk terus bergerak memperbaiki kesalahan dan selalu berusaha menjadi orang yang bermanfat dan berguna untuk orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar