Aku mengakui, relasiku banyak. Teman di app LINE-ku kurang lebih ada 300. Teman di facebook kurang lebih ada 700. Belum di kontak HP dan lingkungan sekitarku. Entah di rumah, di sekolah, kadang di tempat les, tempat dulu aku pesantren, dan saudaraku yang tersebar dimana-mana.
Aku mengakui, fotoku dari aku lahir hingga aku berumur 16 tahun sudah sangat banyak. Mungkin, bisa mencapai 1000 foto atau lebih. Foto. Satu momen yang tertangkap dan sangat jorok. Yup, jorok karena orang yang aku tidak kenal sekalipun ada dalam fotoku yang tersimpan dan ada dimana - mana. Apa sih tujuan untuk difoto? Rata-rata akan menjawab untuk mengabadikan momen. Ketika mengabadikan suatu momen di tempat yang luas tetapi hanya ada satu orang disana,mungkin akan nampak sepi. Tetapi, kehadiran orang-orang yang tidak dikenal malah membuat seakan-akan foto itu terlihat ramai dan terasa hidup.
Aku pernah berfoto ria bersama orang-orang yang dulunya aku tak kenal dia itu siapa, dan bagaimana karakter dia. Namun, saat fotonya muncul kita seperti orang yang akrab dan sembari tersenyum bersama. Pengalaman lucu ketika ibuku meminta foto bareng dengan bule padahal artis luar negeripun bukan. Atau orang luar negeri yang mengikuti program pertukaran pelajar ikut foto bersama kami yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Tapi, jika dipikir lagi memangnya siapa dia? Apakah dia masih mengingatku yang pernah berfoto bersamaku?
Mungkin hanya sebagian saja aku buktikan bagaimana bentuk relasiku. Namun, dari sekian banyaknya orang yang aku kenal, yang pernah berbagi waktu bersamaku, yang pernah menjadi teman atau yang sekarang terlupakan. Mengapa sulit bagiku untuk berbagi waktu bersama lagi?
Aku mengakui, aku iri pada orang yang saat diajak kawannya untuk bermain bersama mereka masih menyempatkan waktu mereka untuknya. Atau jika ditolak masih ada kawan untuk diajak. Bisa jadi untuk kebaikan. Bisa jadi malah untuk keburukan.
Aku mengakui, mereka pun punya kesibukan masing-masing sehingga mereka memprioritaskannya. Aku mengerti, mungkin waktunya belum tepat untuk berbagi bersamaku.
Dan aku mengakui, sekarang aku menunggu saat waktu berbagi itu datang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar