04/08/2015
Aku gak tau harus mulai darimana sekarang. Malam ini ada satu tamparan yang keras bagiku. Ketika datang ustad untuk mengajar ngaji di rumah.Aku malas sekali malaaas semalas-malasnya. Ya kalo boleh jujur sih waktu aku ngaji sama ustad itu aku gak terlalu fokus pada materinya. Hingga saat itu ustadnya nanya
Aku gak tau harus mulai darimana sekarang. Malam ini ada satu tamparan yang keras bagiku. Ketika datang ustad untuk mengajar ngaji di rumah.Aku malas sekali malaaas semalas-malasnya. Ya kalo boleh jujur sih waktu aku ngaji sama ustad itu aku gak terlalu fokus pada materinya. Hingga saat itu ustadnya nanya
“masih semangat ngaji gak?”
”kalo gak pa ustad gak akan ngajar lagi”
Deg hati aku bener-bener diaduk. Mungkin, karena lihat ekspresi aku dan adikku juga yang gak terlalu perhatian sama ustadnya. Salah satu yang aku pikirkan yaitu PR fisika. Entah kenapa aku dibuat sulit olehnya. Bahkan, sampai tulisan ini dibuat aku baru nulis 1 baris. Jelas aku kalo ditanya masih semangat ya aku pingin bilang “masih”. Cuma aku pikir malam ini bukan malam yang tepat.
Akhirnya, aku mengemukakan alasannya kenapa aku gak fokus malam ini. Dan akhirnya ustad itu nyeritain tentang ilmuwan muslim yang terpandang. Seperti Habibie dan Ibnu Sinna. Katanya, mereka itu, gak pernah ninggalin tahajudnya. Sekeras apapun kamu berusaha jika tidak mengejar ilmu akhirat akan jadi sia-sia usahanya. Mungkin malah menghancurkan dan membuat kerusakan di bumi ini. Hmm. Menyesal banget karena gak semangat ngaji. Karena yang diinget Cuma PR, PR, dan PR. Tamparannya begitu menyesakkan. Semoga kedepan nanti gakgitu lagi…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar